Saat ini banyak sekali masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor sebagai alat transportasi untuk kegiatan sehari-hari. Motor banyak dipilih karena memiliki tingkat mobilitas yang lebih efisien dan efektif.

Tingginya aktivitas yang dilakukan, menyebabkan keberadaan motor menjadi sangat penting sehingga perlu perawatan yang intensif. Namun, tidak semua pengguna motor memperhatikan kebutuhan ini.

Pada umumnya, pemilik akan merasa kaget ketika montir menyarankan untuk turun mesin. Kegiatan turun mesin akan dilakukan jika beberapa spare part sudah tidak dapat bekerja dengan optimal.

Ini merupakan penanganan yang serius dalam servis kendaraan bermotor, karena banyak kerusakan pada beberapa bagian penting pada mesin.

Mungkin saja kerusakan ini tidak disadari oleh pemilik kendaraan karena tidak mengetahui tanda-tanda kerusakan yang fatal pada bagian mesin. Ada baiknya Anda mengetahui tanda-tanda motor harus turun mesin.

  1. Susah Hidup

Gejala awal yang dapat dideteksi adalah kendaraan susah untuk dihidupkan, terutama pada pagi hari atau ketika suhu udara dingin. Walau sudah di-starter atau di-engkol beberapa kali, mesin tidak mau menyala.

Kondisi ini dapat disebabkan karena busi tercampur oli yang masuk pada ruang pembakaran.

  1. Busi Cepat Mati

Busi merupakan bagian yang penting dalam sistem pembakaran mesin motor. Jika busi dalam keadaan kotor atau lembab, konsleting dan mesin mati akan terjadi.

  1. Tenaga Mesin Lemah

Kerja motor tidak dapat maksimal ketika membawa beban yang berat atau melewati jalanan naik. Kondisi ini dapat diindikasikan sebagai pertanda adanya kerusakaan pada bagian inti mesin.

Sistem kompresi atau pemampatan tidak dapat bekerja maksimal pada saat proses pembakaran sehingga tenaga kendaraan menjadi lemah.

  1. Oli Sering Habis

Kebocoran pada tangki oli akan mengakibatkan volumenya menjadi berkurang bahkan habis. Tanpa adanya pelumas, gesekan antar komponen akan mengakibatkan mesin cepat aus dalam waktu yang relatif singkat.

  1. Bahan Bakar Boros

Sistem pengapian yang bermasalah akan menyebabkan penggunaan bahan bakar lebih besar agar tenaga dapat maksimal. Kondisi inilah yang menyebabkan penggunaan bensin semakin boros.

  1. Keluar Asap putih dari Knalpot

Asap dapat muncul karena oli masuk ke dalam ruang pembakaran. Hal ini yang menyebabkan oli cepat habis dan sistem pembakaran menjadi terganggu. Asap putih yang keluar mengandung gas CO2 dan beracun untuk alat pernafasan.

  1. Suara Mesin Berisik

Keberadaan oli sangat penting sebagai pelumas bagi mesin. Jika oli cepat habis, sistem kerja mesin menjadi tidak lentur dan mengakibatkan suara antar spare part bergesekan.

Suara mengganggu ini biasanya berasal dari bagian rantai, getaran plat besi, atau bagian katup yang bergesekan. Ini juga dapat menandakan masa pakai spare part telah habis.

 

Selain tanda-tandanya, ada beberapa penyebab kendaraan harus turun mesin yang wajib diwaspadai.

  1. Tidak Rutin Mengganti Oli

Sebagai pelumas, oli sangat penting untuk diganti agar mesin dapat bekerja dengan optimal. Mengganti oli dengan rutin akan membantu kerja mesin menjadi lentur dan lancar.

  1. Mesin Kemasukan Air

Air yang masuk dalam mesin akan mengganggu sistem pembakaran. Air dapat menyebabkan mesin menjadi lembab sehingga menimbulkan karat pada bagian yang terbuat dari logam.

  1. Cara Mengendarai yang Tidak Benar

Kebiasaan mengendarai motor yang tidak baik, yaitu pada saat mengatur besaran gas akan membuat kerja mesin tidak stabil.

  1. TuneUp Mesin

Upaya menaikkan kecepatan motor dari standar bawaan, akan mengakibatkan kerja komponen mesin semakin tinggi. Kondisi ini tentu akan menyebabkan kondisi mesin cepat aus dan kualitasnya pun semakin berkurang.

  1. Bocor Oli

Oli yang bocor akan mengganggu jumlah oli untuk melumasi seluruh bagian mesin. Berkurangnya volume oli ini akan megakibatkan gesekan mesin semakin besar sehingga cepat rusak.

  1. Over Heating

Ketika melakukan perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi, suhu mesin akan menjadi tinggi. Pada saat mesin menjadi panas semua, bagian logam mesin menjadi memuai dan gerak komponen menjadi tidak maksimal bahkan macet.

Sistem pendingin yang tidak dapat bekerja maksimal pun akan sulit untuk menurunkan suhu mesin.

 

Selain tanda-tanda dan penyebab kendaraan harus turun mesin, ada baiknya jika Anda luangkan waktu khusus untuk lebih memperhatikan kendaraan sebelum terjadi kerusakan. Melakukan perawatan rutin akan membantu kondisi mesin tetap prima.

Perawatan umum yang harus dilakukan di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Membersihkan

Kondisi mesin yang bersih dapat menghindarkan mesin serta badan motor dari kerusakan. Membersihkan motor dapat dilakukan dengan cara mengelap atau mencuci dengan alat dan bahan yang tepat. Berhati-hatilah pada saat mencuci agar air tidak masuk ke dalam mesin.

Lalu, keringkan mesin dan semua badan motor dengan baik agar terhindar dari karat dan kelembapan.

  • Servis

Perawatan rutin untuk mesin harus dilakukan secara berkala oleh montir yang andal dan terpercaya. Pastikan montir mengecek semua bagian mesin, sistem listrik, serta pengapian dengan saksama agar kinerja mesin tetap optimal.

Lakukan penggantian spare part segera jika ditemui kerusakan agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih buruk.

  • Menggunakan oli dan bahan bakar berkualitas

Agar mesin dapat tetap terjaga, pilihlah oli serta bahan bakar yang berkualitas. Untuk motor yang dilengkapi dengan pendingin, Anda dapat memilih bahan bakar dengan oktan tinggi.

Bahan bakar jenis ini akan membuat mesin berjalan dengan lembut dan lebih bertenaga, karena mesin dapat melakukan sistem pembakaran dengan optimal.

Pemilihan bahan bakar yang sesuai dengan jenis kendaraan akan membantu kerja mesin semakin maksimal sesuai kapasitasnya.

 

Demikian tanda-tanda ketika motor Anda harus turun mesin, semoga bermanfaat.